baris karya

baris karya
dialah nabi agung muhammad yang cahayanya diatas cahaya

Rabu, 25 Maret 2015

Syair Abu Nawas


اِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاًوَلاَ - أَقْوَى عَلَى نَارِ الْجَحِيْمِ
فَهَبْ لِي تَوْبَةً ًوَاغْفِرْ ذُنُوْبِي - فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ
ذُنُوْبِي مِثْلُ عَدَدِ الرِّمَالِ - فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً ًيَا ذَا الْجَلاَلِ
وَعُمْرِيْ نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ - وَذَنْبِي زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِي
اِلَهِي عَبْدُكَ الْعَاصِي أَتَاكَ - مُقِرًّابِاالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
وَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَاكَ أَهْلٌ - وَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُوْ سِوَاكَ


YaTuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga Firdaus,
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku,
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar,
Dosaku seperti jumlah pasir
Maka berilah aku  taubat Wahai Pemilik Keagungan,
Umurku berkurang setiap hari,
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya,
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu,
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni,
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku,
Kepada siapa lagi aku berharap selain  kepada-MU

Senin, 09 Maret 2015

IGTF (IPB Goes To Field) Kecamatan Cigombong 2014


IPB Goes To Field disingkat IGTF merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa IPB semester 4 ke atas. Selain sebagi bentuk pengabdian IPB sebagai lembaga perguruan tinggi, program ini juga bertujuan untuk  mendidik mahasiswanya agar terbiasa untuk belajar bersosialisasi dan peduli dengan masyarakat. Kegiatan berlangsung selama 3 minggu, dan selama itu pula mahasiswa peserta harus hidup seatap dengan warga. (jadi serasa punya keluarga baru.. hee) 

Meskipun program ini tidak masuk dalam SKS tapi antusiasme mahasiswa sangat besar, sehingga perlu seleksi yang cukup ketat agar dapat mengikuti program ini. secara umum program yang dijalankan berkaitan dengan pertanian secara luas, mulai dari budidaya dan pengolahan perikanan, penyuluhan peternakan, penyuluhan dan penanganan hama pertanian, hingga perkenalan tentang teknologi tepat guna yang diciptakan oleh civitas IPB. lokasinya pun bermacam-macam, mulai daerah bogor, tegal, pekalonga, Bojonegoro, hingga lampung.

itulah sekilas tentang IGTF 2014. Selanjutnya kami akan berbagi pengalaman IGTF di lokasi kami yaitu Kecamatan Cigombong, dengan tema "Intensifikasi Pekarangan dan Pengembangan Posdaya".
Tim IGTF bersama pembimbing lapang setelah lokakarya di kecamatan

santai di saung bersama warga setelah dari sawah
membuat kebun bibit Posdaya

pembuatan vertikultur
pelatihan adek-adek Paud
bazar murah
pembagian bibit pisang cavendish
dan masih banyak lagi kegiatan yang lain, tapi mungkin nanti saja kapan-kapan akan kami share lagi.. :)
Semangat belajar menjadi cahaya untuk menerangi kehidupan disekitarnya.. Semangat mengabdi untuk kemanfaatan hidup bekal di alam yang abadi.. :)

Rabu, 04 Maret 2015

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan

Jumat, 27/02/2015 13:02
Seorang bijak bestari suatu kali memanggil anak-anaknya. Pada saat mendekati ajalnya itu ia seperti hendak memberi pesan bermakna kepada mereka untuk yang terakhir kalinya. Ayah yang bijaksana ini memulai nasihatnya dengan sebuah perintah mengumpulkan sejumlah tongkat.

“Patahkan tongkat-tongkat ini!” Pintanya kepada putra-putranya setelah beberapa tongkat kayu berukuran mungil tersebut terkumpul.

Tak satu pun dari mereka yang berhasil mematahkan tongkat yang terbendel menjadi satu itu. Sang ayah lalu membagi tongkat itu satu per satu kepada masing-masing anaknya. Begitu perintah serupa dilonntarkan, kayu-kayu itu pun dengan ringan bisa dipatahkan.

“Seperti itulah kalian nanti sepeninggal Ayah. Kalian tak terkalahkan sepanjang bersatu. Namun bila kalian tercerai-berai, musuh akan menggoyahkan kalian.”

Sang ayah bijak tersebut melanjutkan bahwa perjuangan menegakkan agama atau peradaban juga semacam itu. Usaha mulia tersebut akan keropos kala para pejuangnya terpecah-pecah. Musuh tak akan sanggup mencengkeram mereka manakala persatuan menjadi bentengnya.

“Begitu pula manusia dalam jiwanya. Apabila seluruh kekuatan diri bersepakat menegakkan agama Allah, setan dari jenis jin dan manusia tidak akan mampu menggodamu lantaran pertolongan iman dan kemampuan mengendalikan diri.”

Demikian Syaikh Nawawi al-Bantani bercerita dalam kitab al-Futûhât al-Madaniyyah fisy Syu’abil Îmâniyyah ketika menyinggung salah satu cabang iman, yakni tentang persatuan. Penjelasan ini membawa kita pada ingatan sejarah perjuangan ulama dan pahlawan lainnya melawan kaum penjajah di negari ini.

Sebagaimana ajaran Syaikh Nawawi tentang persatuan, ulama saat itu rela berkorban segalanya untuk kemerdekaan dalam semangat keimanan. Jargon “hubbul wathan minal iman (cinta Tanah Air bagian dari iman)” menggema di mana-mana. Nafas kebebasan yang kita raih saat ini menjadi bukti bahwa persatuan menjadi pagar kuat bagi serangan luar, dan membuahkan kondisi yang dicita-citakan.

Syaikh Nawawi mengurai cabang iman (syu’abul îmân) hingga tujuh puluh tujuh. Selain rukun iman, di antara ke-77 cabang tersebut adalah berdamai dengan sesama manusia, mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri, dan mencegah kemungkaran dengan cara-cara bijaksana. (Mahbib)

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,57869-lang,id-c,hikmah-t,Yang+Membuat+Orang+Tak+Terkalahkan-.phpx