baris karya

baris karya
dialah nabi agung muhammad yang cahayanya diatas cahaya

Kamis, 02 Juli 2015

Sekilas Majlis Ta’lim Zulfannur Bogor



Sekilas Majlis Ta’lim Zulfannur
Logo Majlis
Majlis Ta’lim Zulfannur pertama kali didirikan oleh KH. Abdullah Muhammad Zein bin KH. Ukan bin KH.  Jahani Al Attas. Beliau adalah seorang tokoh agama di Kampung Babakan Peundeuy Kel Baranangsiang Bogor Timur. Zulfannur sendiri memiliki arti “Cahaya Pedang”, dengan harapan bahwa majlis tersebut dapat memerangi segala kemaksiatan dan kebodohan masyarakat tanpa melukai warganya. Cahaya yang berfungsi sebagaimana sebuah pedang ia merupakan alat yang digunakan untuk memerangi dan melawan setiap kebatilan. Setelah KH. Abdullah Muhammad Zein meninggal kemudian Majlis tersebut diteruskan oleh anak beliau yang paling besar.
Pada tahun 1990 Salah satu anak beliau yang bernama Habib Jauhar Arif Al Attas kemudian meneruskan perjuangan berdakwahnya di tempat yang berbeda. Majlis Ta’lim Zulfannur didirikan di daerah Cimanggu Ciereng Kelurahan Kedung Jaya. Daerah tersebut pada waktu itu masih merupakan daerah yang sangat memprihatinkan, dimana banyak aktivitas warga yang mengarah kepada kemaksiatan yaitu judi, mabuk, dan premanisme. Namun dengan kegigihannya Habib Jauhar Arif mampu bergaul dengan warga, sehingga keberadaan beliau mulai diterima oleh warga. Sedikit-demi sedikit beliau mulai mempengaruhi kebiasaan warga yang tadinya berjudi sedikit-demi sedikit mulai berkurang, begitu juga mabuk, dan preman. 
Pada awalnya majlis ta’lim tersebut mengadakan pengajian rutinnya dari rumah ke rumah. Jumlah jamaahpun tidak lebih dari 7 orang warga. Agenda rutin tiap malam adalah mengaji Al-Qur’an dan seminggu sekali keliling ke rumah warga untuk silaturrahim sekaligus mengkaji kitab. 
Baru paka tahun 1995 didirikanlah sebuah majlis sebagai pusat pengajian. Majlis ini kemudian memiliki jamaah yang cukup banyak yaitu lebih dari 20 warga. Untuk menyeimbangkan kebutuhan akan ilmu nyang lebih baik, maka kemudian dimintalah seorang ustadz dari majlis Al-Ihya Bogor untuk membantu mengajar di Majlis Ta’lim Zulfannur Cimanggu-Ciereng.
Saat ini majlis tersebut telah berkembang dengan mengadakan pengajian khusus bagi bapak-bapak, Ibu-ibu serta anak-anak. Pengajian anak-anak yang baru berdiri kemudian diberi nama sebagai Madrasah Dinniyah Zulfannur.

*Deskripsi singkat tempat pelaksanaan pengabdian dan program pengabdian yang sedang dijalankan
Madrasah Dinniyah




Tempat duduk Ustadz saat pengajian

Majlis tampak dari depan
.