Sekilas Majlis Ta’lim Zulfannur
| Logo Majlis |
Majlis
Ta’lim Zulfannur pertama kali didirikan oleh KH. Abdullah Muhammad Zein bin KH.
Ukan bin KH. Jahani Al Attas. Beliau
adalah seorang tokoh agama di Kampung Babakan Peundeuy Kel Baranangsiang Bogor
Timur. Zulfannur sendiri memiliki arti “Cahaya Pedang”, dengan
harapan bahwa majlis tersebut dapat memerangi segala kemaksiatan dan kebodohan
masyarakat tanpa melukai warganya. Cahaya yang berfungsi sebagaimana sebuah
pedang ia merupakan alat yang digunakan untuk memerangi dan melawan setiap
kebatilan. Setelah KH. Abdullah Muhammad Zein meninggal kemudian Majlis
tersebut diteruskan oleh anak beliau yang paling besar.
Pada
tahun 1990 Salah satu anak beliau yang bernama Habib Jauhar Arif Al Attas
kemudian meneruskan perjuangan berdakwahnya di tempat yang berbeda. Majlis
Ta’lim Zulfannur didirikan di daerah Cimanggu Ciereng Kelurahan Kedung Jaya.
Daerah tersebut pada waktu itu masih merupakan daerah yang sangat
memprihatinkan, dimana banyak aktivitas warga yang mengarah kepada kemaksiatan
yaitu judi, mabuk, dan premanisme. Namun dengan kegigihannya Habib Jauhar Arif
mampu bergaul dengan warga, sehingga keberadaan beliau mulai diterima oleh
warga. Sedikit-demi sedikit beliau mulai mempengaruhi kebiasaan warga yang
tadinya berjudi sedikit-demi sedikit mulai berkurang, begitu juga mabuk, dan
preman.
Pada
awalnya majlis ta’lim tersebut mengadakan pengajian rutinnya dari rumah ke
rumah. Jumlah jamaahpun tidak lebih dari 7 orang warga. Agenda rutin
tiap malam adalah mengaji Al-Qur’an dan seminggu sekali keliling ke rumah warga untuk
silaturrahim sekaligus mengkaji kitab.
Baru paka tahun 1995 didirikanlah sebuah majlis sebagai pusat pengajian.
Majlis ini kemudian memiliki jamaah yang cukup banyak yaitu lebih dari 20
warga. Untuk menyeimbangkan kebutuhan akan ilmu nyang lebih baik, maka kemudian
dimintalah seorang ustadz dari majlis Al-Ihya Bogor untuk membantu mengajar di
Majlis Ta’lim Zulfannur Cimanggu-Ciereng.
Saat
ini majlis tersebut telah berkembang dengan mengadakan pengajian khusus bagi
bapak-bapak, Ibu-ibu serta anak-anak. Pengajian anak-anak yang baru berdiri
kemudian diberi nama sebagai Madrasah Dinniyah Zulfannur.
*Deskripsi singkat tempat pelaksanaan pengabdian dan program pengabdian yang sedang dijalankan
| Tempat duduk Ustadz saat pengajian |
| Majlis tampak dari depan |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar